Jumat, 28 Maret 2014

Nice Request


"Boleh aku minta sesuatu?" suaraku pelan, tertransmisikan menjadi sinyal-sinyal listrik berfrekuensi audio yang diantar oleh handphone di tanganku. Kubayangkan suaraku berbisik di telinganya. 
"Apa?" jawabnya singkat. Aku tersenyum. Senyum yang pasti tidak terlihat olehnya.
"Bawakan aku sepiring mie goreng buatanmu, boleh?"
"Mie goreng? Buat apa?
"Ya dimakanlah. Masa dibingkai?" kataku tertawa. 
"Kalo gitu nanti aku singgah di warung dekat rumah." katanya.
"Jangan!" sergahku cepat. "Aku mau buatanmu. Mie instant sekalipun tidak masalah. Asal buatanmu" kataku sambil nyengir.
"Kamu tuh aneh, yaa!!" katanya lagi.
"Kalo gak mau ya gak apa2. Gak maksa kok." kataku merajuk.
"Siapa yang bilang gak mau? Aku cuma bilang kamu aneh." katanya tertawa.
"Aku kan jarang minta apa-apa. Mie instant aja, kamu nya kayak gitu." kataku cemberut. 
"Ih, ngambek? Iya deh. Nanti aku bawakan mie goreng spesial buatanku. Khusus buat kamu. gak ada di mana pun" katanya cengengesan
"Asyiiik...!!! Can't wait" kataku.
"I'll be there soon" katanya. 

Clik. Tutututut.....



*sebuah cinta monyet sebelum patah hati pertama

Rabu, 26 Maret 2014

Doa Lugu Buat Kakak


Dear...


Aku bukanlah seorang adik yang baik. Bahkan sekedar menyapamu 'Kakak', lidahku sering kelu. Tapi aku punya doa tulus. Doa yg cuma sanggup ditandingi oleh ayah-ibumu.


Aku gak rela kamu masih gadis terus. Kalo pun kamu bilang tahun depan belum kepikiran menikah, aku mendoakanmu menikah di dua tahun yang akan datang. Tahun depan kamu telah menemukan pria yang menghangatkan hatimu. Membuatmu merasa secure. Bersamanya kamu tak perlu menjadi skizofrenia. Karena bukan bayangnya saja yang menemanimu, tapi raga dan jiwanya.


Kuaminkan mimpi-mimpimu dua tahun ke depan. Salju akan kamu rasakan di telapak tanganmu. Gedung-gedung perkuliahan gaya klasik akan jadi ruang kelasmu. Dan di sebuah toko kecil di negeri itu kamu akan menemukan satu kartu pos lucu yang akan kamu kirimkan padaku. Berstempelkan perangko unik. Akan kamu tuliskan banyak cerita lucu, unik, dan menyenangkan di blogmu. Dengan rajin, aku akan meninggalkan pesan di sana. Kamu orang baik. Tapi sedikit tak mau mengalah!! Tuhan pasti mendengar dan mengabulkan doamu. Aku tak keberatan memiliki abang bule. Apalagi ponakan bule. Aku rela wajahnya lebih teduh dariku. Hahahaaaa